RSS

Sifat dan Keistimewaan Nabi Muhammad

Ciri-ciri fisik Nabi Muhammad dan Sifat-sifat beliau
Ali bin Abi Thalib berkata menjelaskan pribadi rasulullah :
“Perawakan beliau sedang, tidak tinggi tidak pendek; berbadan lebar; rambutnya ikal, tidak lurus tidak keriting; badannya tidak kurus dan tidak gemuk; wajahnya bulat; kulitnya putih bersih; kedua matanya lebar, tajam dan hitam; bulu matanya lentik; tulang persendiannya besar; punggungnya kekar; bulu dadanya lembut dan halus; jari tangan dan kakinya keras; apabila berjalan seolah-olah berjalan di tempat yang landai; apabila menoleh maka seluruh badannya menoleh; di punggungnya ada tanda kenabian (berbentuk seperti kancing atau telur burung merpati); dan beliau adalah penutup para nabi. Beliau adalah orang yang paling bagus telapak tangannya (paling halus); paling kekar dadanya; paling jujur perkataannya; paling menepati janjinya; paling lembut jiwanya; paling mulia pergaulannya. Siapa saja yang memandangnya tiba-tiba pasti akan merasa kagum padanya dan siapa saja yang bergaul dengannya pasti akan mencintainya. Aku sama sekali tidak pernah melihat ada orang seperti beliau sebelum maupun sesudahnya.”

Sedangkan sifat-sifat (akhlaq) beliau menurut hadits dari ‘Aisyah “ Akhlaq rasulullah adalah Al-Quran” seperti dalam Q.S Al-Qalam (68): 4. di antara sifat beliau yang menonjol adalah :
a. Keberanian
Suatu saat Madinah dikejutkan oleh suatu suara, orang-orang menuju tempat datangnya suara, tetapi rasulullah bertemu dengan mereka saat rasulullah kembali dari arah suara tersebut. Beliau mengendarai kuda tanpa pelana dan menyandang pedang serta berkata “kalian jangan takut, kalian jangan takut”
b. Kedermawanan, apalagi di bulan ramadhan, kedermawanan beliau melebihi angin yang bertiup kencang.
c. Kejujuran, bahkan sebelum beliau diutus menjadi nabi sudah dikenal dengan sebutan al-Amin
d. Tawadhu’ namun penuh dengan wibawa. Ketika fathu makkah, rasulullah memasuki kota Makkah dengan kepala tertunduk karena tawadhu’ kepada Allah.
e. Perkataan yang fasih, jelas dan tidak bertele-tele (jawami’ul kalim)
f. Sabar dan pemaaf tetapi sangat tegas jika hukum Allah dilanggar.

Keistimewaan beliau dibanding para nabi sebelumnya
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah, rasulullah bersabda :
“Aku telah diberi lima hal yang tidak diberikan kepada para nabi sebelumku: aku ditolong melalui rasa takut yang ditimpakan kepada musuh sebelum diserang, dan telah dijadikan bagiku bumi ini sebagai masjid dan penyuci, maka dimana saja seorang laki-laki menjumpai waktu shalat maka dia harus melakukannya. Dan dihalalkan bagiku rampasan perangdan hal ini belum pernah dihalalkan kepada seorang (nabi) pun sebelumku, dan aku nanti dapat memberi syafa’at. Adapun seorang nabi diutus hanya kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia.”


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 6, 2011 in Pelajaran, SKI

 

Wafatnya Nabi Muhammad

Kurang lebih 3 bulan setelah Rasulullah melaksanakan haji, Rasulullah menderita sakit. Ketika masih cukup kuat untuk keluar, beliau meminta para sahabatnya untuk meng-qishash beliau jika beliau ada kesalahandan juga jika beliau masih memiliki utang maka hendaklah para sahabat menagih beliau. Beliau juga berkhutbah di depan para sahabat “Semoga Allah membinasakan orang-orang yahudi dan nasrani. Mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid”

 Ketika sakitnya semakin keras, Rasulullah berdiam di rumah ‘Aisyah dan memerintahkan Abu Bakar untuk menggantikan Rasulullah menjadi imam shalat. Walaupun demikian, pada masa sakitnya Rasulullah masih sempat memberangkatkan sariyyah terakhir yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid bin Haritsah (putra dari Zaid bin Haritsah -anak angkat nabi- dengan anggota pasukannya adalah para sahabat yang sudah senior seperti Umar bin Khattab).

Wasiat-wasiat Rasulullah sebelum wafat antara lain:

  • Agar orang-orang yahudi, nasrani dan musyrik dikeluarkan dari jazirah Arab (tidak boleh ada 2 agama di bumi arab)
  • Untuk menghormati para utusan
  • Berpegang teguh terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah
  • Jagalah shalat dan budak-budak kalian

Sehari sebelum wafat Rasulullah membebaskan para budaknya dan bersedekah dengan harta yang ada pada beliau.

Pada akhir hayatnya beliau bersabda: “Bersama dengan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat yaitu para nabi, Ash-Shiddiqin, syuhada’ dan shalihin. Ya Allah ampunilah dan kasihanilah aku. Pertemukan aku dengan Kekasih yang Maha Tinggi, Ya Allah Kekasih yang Maha Tinggi”.

Beliau wafat di waktu dhuha pada hari Senin bulan Rabi’ul Awwal tahun ke 11 H. Para sahabat berduka dan sebagian menolak wafatnya nabi hingga Abu Bakar membacakan Q.S Ali Imran : 144.

Sahabat yang memandikan Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib, Al-Abbas, Al-Fadhl bin Abbas, Qustam bin Abbas, Usamah bin Zaid dan Syaqran (mantan budak nabi). Pakaian Rasulullah tidak dilepas ketika dimandikan, kemudian Rasulullah dikafani dengan tiga helai kain secara berlapis. Kemudian Rasulullah disholatkan secara bergantian tanpa imam. Rasulullah dimakamkam di bawah tempat wafatnya sesuai dengan sabda nabi dari Abu Bakar bahwa tidaklah seorang nabi wafat kecuali di kubur di tempat ia wafat.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 26, 2011 in Pelajaran, SKI

 

Sholat Sunnah Dhuha

Shalat Sunnah Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha )  niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya ” (HR.Hakim dan Thabrani).

Cara Melaksakan Shalat Dhuha :

Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat, dilakukan secara Munfarid (tidak berjamaah), caranya sebagai berikut:

  • > Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
  • > “Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah”
  • > Membaca doa Iftitah
  • > Membaca surat al Fatihah
  • > Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama surat Asy-Syams dan rakaat kedua surat Adh-Dhuha
  • > Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  • > I’tidal dan membaca bacaanya (sama seperti sholat fardhu)
  • > Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  • > Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya (sama seperti sholat fardhu)
  • > Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  • > Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian   Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.
  • > Sebaiknya sholat dhuha dilakukan dengan 2 rakaat-salam, 2 rakaat- salam, dan begitu seterusnya.

Doa Sholat Dhuha

 

Setelah mendirikan sholat Dhuha, memohonlah kepada Allah dengan memanjatkan doa sebisa Anda. Namun, doa berikut ini sangatlah istimewa dan memiliki energy luar biasa untuk membuka pintu-pintu rezeki selepas menjalankan sholat Dhuha. Bacalah doa berikut dengan khusyuk dan penuh kerendahan diri di hadapan Allah swt.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Keutamaan Sholat Dhuha

Berikut adalah sebagian kecil dari keutamaan Sholat Dhuha :

  • Sholat dhuha memiliki nilai yang sepadan dengan sedekah
  • Diberi kecukupan dan kelapangan rezeki
  • Sebagai penghapus dosa
  • Dibangunkan istana di surge
  • Mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah
  • Diberi ghanimah (keuntungan) yang besar
  • Dijauhkan dari siksa api neraka.
  • Masuk ke dalam surga melalui pintu Dhuha

Diriwayatkan oleh Asy-Syaibani dalam Al-Ahad wa Al-Matsani dan Al-Baihaqi, kedudukan orang yang mengerjakan sholat Dhuha berdasarkan rakaat yang didirikannya adalah sebagai berikut :

  •  2 rakaat => tercatat sebagai orang yang tidak lalai
  •  4 rakaat => tercatat sebagai ahli ibadah dan gemar berbuat baik
  •  6 rakaat => terjaga dari perbuatan dosa sepanjang hari itu, dan tercatat diantara orang-orang yang taat
  •  8 rakaat => tercatat sebagai orang yang taat dan tercatat pula sebagai bagian dari orang yang sukses
  • 12 rakaat => kelak akan dibuatkan rumah indah terbuat dari emas di surga

Jalankanlah sholat Dhuha untuk membuka pintu-pintu rezeki…dan jangan lupa pula untuk Doa, Usaha, Iman, dan Tawakal (DUIT).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 20, 2011 in Pelajaran, Syari'ah

 

Wudhu

=> Wudhu adalah salah satu cara mensucikan anggota tubuh dengan air.

=> Wudhu dilakukan :

  • Jika akan sholat
  • Jika akan thowaf
  • Untuk membersihkan dari hadas kecil
  • Sebelum membaca Al-Qur’an, saat hendak tidur, dan perbuatan baik lainnya (Sunnah)
  • Saat akan tidur atau hendak makan dalam keadaan junub (Makruh)

=> Air yang BOLEH digunakan

  • Air hujan
  • Air sumur
  • Air terjun, laut atau sungai
  • Air dari lelehan salju atau es batu
  • Air dari tangki besar atau kolam

=> Air yang TIDAK BOLEH digunakan

  • Air yang tidak bersih atau ada najis
  • Air sari buah atau pohon
  • Air yang telah berubah warna, rasa dan bau dan menjadi pekat karena sesuatu telah direndam didalamnya
  • Air dengan jumlah sedikit (kurang dari 1000 liter), terkena sesuatu yang tidak bersih seperti urin, darah atau minuman anggur atau ada seekor binatang mati didalamnya

=> Kesempurnaan Wudhu (Cara ber-Wudhu)

Dalam mencapai kesempurnaan wudhu, Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang selayaknya kita ikuti, sebagaimana kutipan hadits berikut:

Selesai salat Subuh, Rasulullah SAW bertanya kepada Bilal: “Wahai Bilal! Ceritakan kepadaku tentang perbuatan yang paling bermanfaat yang telah kamu lakukan setelah memeluk Islam. Karena semalam aku mendengar suara langkah sandalmu di depanku dalam surga“. Bilal berkata: “Aku tidak pernah melakukan suatu amalan yang paling bermanfaat setelah memeluk Islam selain aku selalu berwudu dengan sempurna pada setiap waktu malam dan siang kemudian melakukan salat sunat dengan wudhuku itu sebanyak yang Allah kehendaki”. (H.R. Abu Hurairah ra).

Berikut ini adalah cara menyempurnakan wudhu, yang mana termasuk hal-hal yang disunnahkan:

  • Mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kanan
  • Mengulagi masing-masing anggota wudhu sebanyak 3 (tiga) kali
  • Tidak berbicara
  • Menghadap kiblat
  • Membaca basmalah (dalam hati atau melafadzkannya)
  • Berniat untuk wudhu
  • Membasuh telapak tangan sampai pergelangan
  • Menggosok gigi (bersiwak)
  • Berkumur
  • Membersihkan hidung (memasukkan air kehidung kemudian dibuang kembali)
  • Membasuh muka (dengan merata)
  • Membasuh tangan hingga sampai dengan kedua siku (dengan merata)
  • Mengusap sebagian kepala (rambut)
  • Mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam
  • Membasuh kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (dengan merata)
  • Membaca doa sesudah berwudhu.

“Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj’alnii minat tawwaa biinaa waj’alnii minal mutathahhiriin.”, artinya: “Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan masukkanlah ke dalam golongan orang-orang yang suci.”

  • Kemudian dilanjutkan dengan salat sunnat wudhu sebanyak 2 (dua) raka’at.
  • Tertib (berurutan)

=> Batalnya Wudhu

Ada beberapa perkara atau hal yang dapat membatalkan wudhu, diantaranya adalah:

  1. Keluar sesuatu dari dua pintu (kubul dan dubur) atau salah satu dari keduanya baik berupa kotoran, air kencing , angin, air mani atau yang lainnya.
  2. Hilangnya akal, baik gila, pingsan ataupun mabuk.
  3. Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan yang bukan mahram.
  4. Menyentuh kemaluan atau pintu dubur dengan bathin telapak tangan, baik milik sendiri maupun milik orang lain. Baik dewasa maupun anak-anak.
  5. Tidur, kecuali apabila tidurnya dengan duduk dan masih dalam keadaan semula (tidak berubah kedudukannya).
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2011 in Pelajaran, Syari'ah

 

Sholat Sunnah Rawatib

=> Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnah yang mengiringi atau mengikuti sholat fardhu.

=> Pelaksanaan berdasarkan waktu:

  1. Mengiringi / sebelum sholat fardhu => Qobliyah
  2. Mengikuti / sesudah sholat fardhu => Ba’diyah

=> Pelaksanaan berdasarkan hukum:

  1. Muakkad / dikuatkan
  • 2 sebelum subuh
  • 2 sebelum + sesudah dhuhur
  • 2 sesudah maghrib
  • 2 sesudah isya’

2. Ghoiru Muakkad / tidak dikuatkan

  • 2 sebelum + sesudah dhuhur
  • 4 sebelum ashar
  • 2 sebelum maghrib
  • 2 sebelum isya’

=> Keistimewaan: merupakan penambal kekurangan dan kesalahan sesorang ketika melaksanakan sholat fardhu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2011 in Pelajaran, Syari'ah

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.